Mengenal Virtual Private Network

Figo Nugroho

Pengertian

VPN adalah singkatan dari “Virtual Private Network” merupakan suatu cara untuk membuat koneksi jaringan yang aman ketika sedang menggunakan jaringan publik. VPN akan mengenkripsi trafik internet dan menyamarkan identitas online Anda. Hal ini akan mempersulit pihak ketiga untuk melacak aktivitas online Anda serta mencuri data. Enkripsi pada VPN berlangsung secara real time.

Sejak manusia mulai menggunakan internet, sudah ada gerakan untuk melindungi dan mengenkripsi data browser internet. Upaya awal dari mereka menghasilkan penciptaan ARPANET (Advanced Research Projects Agency Network), yaitu sebuah jaringan pengalihan paket, yang pada akhirnya menghasilkan perkembangan dari Transfer Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP).

TCP/IP memiliki empat tingkatan: Link, internet, transportasi dan aplikasi. Pada tingkat internet, jaringan dan perangkat lokal dapat terhubung ke jaringan universal, disinilah risiko risiko menjadi terlihat jelas. Pada tahun 1993, sebuah tim dari Universitas Columbia dan AT&T Bell Labs akhirnya berhasil menciptakan semacam versi pertama VPN modern, yang dikenal sebagai swIPe: Protokol enkripsi IP perangkat lunak.

Pada tahun berikutnya, Wei Xu mengembangkan jaringan IPSec, sebuah protokol keamanan internet yang mengotentikasi dan mengenkripsi paket informasi yang dibagikan secara online. Pada tahun 1996, seorang karyawan Microsoft bernama Gurdeep Singh-Pall menciptakan Protokol Tunneling Peer-to-Peer (PPTP). Bersamaan dengan Singh-Pall mengembangkan PPTP, internet semakin populer dan kebutuhan akan sistem keamanan yang canggih dan sesuai dengan kebutuhan konsumen muncul. Pada saat itu, program anti-virus sudah efektif dalam mencegah malware dan spyware yang menginfeksi sistem komputer. Namun, banyak orang dan perusahaan juga mulai menuntut adanya perangkat lunak terenkripsi yang dapat menyembunyikan riwayat penelusuran mereka di internet.


Oleh karena itu, VPN pertama dimulai pada awal tahun 2000-an, tetapi hampir secara khusus hanya digunakan oleh perusahaan. Namun, setelah terjadi banyak pelanggaran keamanan, terutama di awal tahun 2010-an, pasar konsumen untuk VPN mulai meningkat. Menurut GlobalWebIndex, jumlah pengguna VPN di seluruh dunia meningkat lebih dari empat kali lipat antara tahun 2016 dan 2018. Di negara-negara seperti Thailand, Indonesia dan Cina, di mana penggunaan internet dibatasi dan disensor, satu dari lima pengguna internet menggunakan VPN. Di Amerika Serikat, Inggris dan Jerman, proporsi pengguna VPN lebih rendah sekitar 5%, tetapi mengalami peningkatan.

Salah satu pendorong terbesar pemakaian VPN dalam beberapa tahun terakhir ini adalah meningkatnya permintaan untuk konten dengan pembatasan akses geografis. Sebagai contoh, layanan streaming video seperti Netflix atau YouTube membuat video tertentu hanya tersedia di negara-negara tertentu. Dengan VPN modern, Anda bisa mengenkripsi alamat IP Anda sehingga Anda terlihat seolah-olah sedang mengakses dari negara lain.

Keuntungan Menggunakan VPN

Koneksi VPN akan menyamarkan trafik data Anda secara online dan melindunginya dari akses eksternal. Data yang tidak terenkripsi dapat dilihat oleh siapa saja yang memiliki akses jaringan dan ingin melihatnya. Dengan VPN, peretas dan penjahat siber tidak dapat menguraikan data ini. Berikut kelebihan menggunakan VPN :

  • Enkripsi yang aman: Untuk membaca data, Anda memerlukan kunci enkripsi. Tanpa kunci enkripsi, komputer membutuhkan waktu jutaan tahun untuk menguraikan kode jika terjadi serangan brute force. Dengan bantuan VPN, aktivitas online Anda tersembunyi meskipun berada di jaringan publik.
  • Menyamarkan keberadaan Anda: Server VPN pada dasarnya bertindak sebagai proksi Anda di internet. Karena data lokasi demografis berasal dari server di negara lain, lokasi Anda yang sebenarnya tidak dapat ditentukan. Selain itu, sebagian besar layanan VPN tidak menyimpan catatan aktivitas Anda. Di sisi lain, beberapa penyedia layanan mencatat perilaku Anda, tetapi tidak meneruskan informasi ini ke pihak ketiga. Ini berarti bahwa setiap potensi catatan perilaku pengguna Anda tetap tersembunyi secara permanen.
  • Akses ke konten regional: Konten web regional tidak selamanya dapat diakses dari mana saja. Layanan dan situs web sering kali berisi konten yang hanya dapat diakses dari wilayah tertentu di dunia. Koneksi standar menggunakan server lokal di negara tersebut untuk menentukan lokasi Anda. Ini berarti Anda tidak dapat mengakses konten di rumah saat sedang berpergian, dan Anda tidak dapat mengakses konten internasional dari rumah. Dengan spoofing lokasi VPN, Anda dapat beralih ke server ke negara lain dan secara efektif “mengubah” lokasi Anda.
  • Transfer data yang aman: Jika Anda bekerja dari jarak jauh, Anda mungkin perlu mengakses file-file penting di jaringan perusahaan Anda. Demi alasan keamanan, informasi semacam ini memerlukan koneksi yang aman. Untuk mendapatkan akses ke jaringan, koneksi VPN sering kali diperlukan. Layanan VPN tersambung ke server pribadi dan menggunakan metode enkripsi untuk mengurangi risiko kebocoran data.

Sumber

  • https://www.kaspersky.com/resource-center/definitions/what-is-a-vpn

Share this article

Photo of author

About the author

Figo Nugroho